Picture
VIVAnews - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyatakan tak ada medan magnet di Gunung Salak yang mengganggu penerbangan. Selama ini, tak ada bukti yang menunjukkan pengaruh medan magnet itu.a

"Kalau memang data itu benar, seharusnya kami punya data tersebut," kata Deputi Bidang Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan LAPAN Thomas Djamaluddin di kantornya, Jakarta, Selasa 15 Mei 2012.

Pernyataan ini dikeluarkan terkait dengan beredar dugaan adanya medan magnet di Gunung Salak yang bisa mempengaruhi penerbangan yang melintas di atasnya--termasuk pesawat Sukhoi Superjet 100 yang menabrak tebing pada Rabu 9 Mei 2012.

Thomas menambahkan, tak ada kondisi cuaca khusus di wilayah gunung di kawasan Bogor, Jawa Barat, itu. Cuaca di wilayah Gunung Salak sama dengan yang ada di kawasan lainnya.

Namun, menurut dia, saat terjadi kecelakaan Sukhoi, data Multi Function Transport Satellite (MTSAT) menunjukkan adanya gerakan awan ke arah puncak Gunung Salak.

Data satelit itu, memperlihatkan adanya gerakan awan pada pukul 11.00 WIB dari arah Jawa Timur. Pada pukul 13.00 hingga 14.00 WIB, awan itu mulai bergerak mendekati Gunung Salak hingga menutup puncak pada pukul 15.00 WIB--saat-saat di mana Sukhoi berisi 45 orang itu hilang kontak. 

Awan itu mulai meninggalkan area Gunung Salak dan bergerak menuju daerah Banten setelah pukul 15.00 WIB. Gerombolan awan itu sepenuhnya meninggalkan wilayah Gunung Salak sekitar pukul 16.00 hingga 17.00 WIB.



This is your new blog post. Click here and start typing, or drag in elements from the top bar.
 


Comments




Leave a Reply